Friday, 4 December 2015

Bupatinya bilang Sanggup Carter Pesawat ke Papua, Beli Kopi dan Sanggup Pulangkan Kopi dengan Pesawat

"Bupatinya bilang Sanggup Carter Pesawat ke Papua, Beli Kopi dan Sanggup Pulangkan Kopi dengan Pesawat. Yang mengherankan, kata Bupati dia bisa terbangkan kami dari jakarta ke Papua dalam satu pesawat, lalu nanti kembali dari Papua dengan dua pesawat, yaitu satu pesawat membawa kami dan satu pesawat lagi membawa Kopi"

Kalimat ini diucapkan sewaktu utusan KSU Baliem Arabica bercakap dengan salah satu pelanggannya di jakarta.

Dalam percakapan itu pelanggan kami menyatakan, "kami heran kenapa pemerintah main dalam bisnis kopi". Memang kami utusan KSU Baliem Arabica juga bertanya dalam hati, "mengapa kalian tidak menanyakan tentang Koperasi kepada sang Bupti?" tetapi kami memilih untuk diam dan mendengarkan.

Dari raut muka sang pengusaha menunjukkan rasa heran. Mengapa heran? Pertama karena seorang Bupati terjun langsung melakukan lobi untuk jual-beli kopi papua. Kedua karena untuk jual-beli kopi sang Bupati sanggup menerbangkan pesawat dari Jakarta ke Papua satu pesawat, kemudian pulang dengan dua pesawat, di mana pesawat yang pertama berisi para konsumen dan pesawat kedua berisi kopi. Pengusaha ini bertanya, "Ini proyek Kopi dari pemerintah atau bisnis Kopi biasa?"

Alasan ketiga karena dalam rombongan itu tidak ada pengusaha, entah itu anggota koperasi, pengurus koperasi, pengusaha, tokoh masyarakat, tidak ada. Yang ada ialah sang Bupati bersama ajudhannya, yang bukan orang Papua.

Pada saat sang pengusaha bercerita kepada kami, beliau berpesan,
"Tolong Pak, jangan ikut jalan ini, jangan, jangan! Kopi Papua harus dikelola oleh Koperasi. Orang lain jangan campur-tangan. Jangan tunukkan praktek seperti premain! Kami mau berbisnis secara profesional. Kami mau pemerintah menjadi pembina dan pelindung, bukan tengkulak KopiPapua.
Utusan KSU Baliem Arabica tidak mengatakan apa-apa-pun. Kami tahu bahwa kami bukan apa-apa. Biisnis Kopi yang kami jalankan selama ini dengan modal yang pas-pasan, sehingag kami-pun belum bisa berbicara banyak. Kami hanya berdoa, kiranya Sang Bupati dan bupati-bupati lain, akan ada waktunya mereka akan berbicara dengan kami, untuk urusan bisnis Kopi Papua, karena kami yang punya ilmu dan pengetahuan, kami yang punya pengalaman, dan kami yang tahu mengolah kopi standar expor.

No comments:

Post a Comment